News
.:News
Transportasi Laut Indonesia Terpuruk
01- April - 2013

JAKARTA (Berita Dewan) Ketua Komisi V DPR RI Laurens Bahang Dama menilai transportasi laut Indonesia termasuk yang paling terpuruk di kawasan Asia Tenggara karena kita terbukti belum mampu memanfaatkan secara optimal potensi melimpah yang terdapat di negeri sendiri.

“Indonesia berada di rangking ke-59, dibanding negara-negara lain, posisi kita melorot,” kata Laurens Bahang Dama.
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) sepanjang 2012 telah mendata rangking transportasi laut negara-negara di dunia dan mendapatkan bahwa Indonesia berada pada urutan ke-59 dunia dan posisi tersebut masih jauh di bawah ranking negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Laurens memaparkan posisi pertama ditempati oleh Singapura, dan kemudian untuk negara-negara Asia Tenggara diikuti oleh Malaysia (29), Thailand (38), Filipina (52), dan Vietnam (53). “Itu tandanya kita masih terbelakang dalam transportasi laut padahal potensi kita luar biasa,” kata Laurens.
Anggota DPR dari PAN itu mengemukakan data tersebut menunjukkan hal yang ironi sebab Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan ukuran ekonomi program pemerintah yang semakin besar, tetapi intensitas pelayanan transportasi laut untuk publik masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Laurens mencontohkan kemampuan daya angkut armada laut nasional untuk muatan dalam negeri baru mencapai 54,5 persen. Dari jumlah tersebut, hanya empat persen untuk ekspor sedangkan selebihnya dikuasai kapal asing.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Atik Sewaka mengemukakan bahwa telah terjadi peningkatan yang signifikan dari jumlah kapal berbendera Indonesia.

Menurut dia, pada Februari 2013 sudah tercatat 12.004 kapal atau menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 98,7 persen dari jumlah 6.041 kapal yang tercapai pada Maret 2005. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan jumlah perusahaan angkutan laut dalam negeri pada periode tersebut juga diikuti oleh penambahan jumlah kapal secara besar-besaran. (And) 

Back

Other news: