News
.:News
Sofjan Wanandi Kritik Kapal RI Tak Mampu Bersaing Angkut Barang Ekspor
27- February - 2013

Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengkritik peranan perkapalan Indonesia yang minim berkompetisi dalam kegiatan ekspor

 Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengkritik peranan perkapalan Indonesia yang minim berkompetisi dalam kegiatan ekspor. 

Hal ini mereka tuangkan dalam nota kesepahaman bersama pemberlakuan Cost of Insurance Freight (CIF) menggantikan Free on Board (FOB) di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (27/2/2013).
"Masalah ini sudah lama dan kalau kita memberlakukan ini secepatnya tentunya akan menaikan added value dari ekspor kita. Apakah selama ini kita ekspor belum siap dengan menggunakan kapal-kapal kita. Kita harus mempersiapkan diri kita untuk perkapalan kita," ungkap Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi.
Sofjan bahkan secara keras mengatakan bahwa selama ini untuk kegiatan ekspor, kapal Indonesia kalah dengan kapal Singapura.
"Saya selalu melihat dari kapal-kapal internasional seperti Singapura banyak melakukan kegiatan angkut CPO dan batubara kita. Potensial cost kita itu US$15-20/ton atau Rp 120 triliun/tahun dan itu jelas menimbulkan kerugian dari APBN kita," katanya.
Sementara itu Ketua Kadin, Suryo Bambang Sulisto atau yang akrab disapa SBS menyayangkan kapal-kapal asing saat ini merajai sektor jasa perkapalan ini. Menurut SBS yang juga berprofesi sebagai pengusaha batubara nasional mengatakan ada banyak oppurtunity cost yang hilang dengan digunakan kapal asing alam kegiatan ekspor.
"Pendapatan devisa negara adalah suatu keharusan dan mengubah dari FOB menjadi CIF. Kita banyak kehilangan service yang diterima oleh negara lain. Neraca perdagangan kita sangat mengkhawatirkan salah satunya adalah karena ini," tuturnya.
"Sebagai contoh saya sebagai pengusaha batubara menghasilkan 70 juta ton batubara/tahun dan semua diangkut melalui FOB, banyak oppurtunity cost yang hilang bahkan untuk batubara bisa sampai US$ 5 miliar. Ini kita memerlukan dukungan dari kementerian perhubungan dan ada peraturan yang usang yang harus kita perbaiki agar perusahaan pelayaran kita menjadi berkembang," cetusnya.
(sumber detik.com - wij/dru)

Back

Other news: